| Abstrak/Abstract |
Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala merupakan daya tarik wisata di Yogyakarta yang sangat istimewa. Museum ini merupakan satu-satunya tempat yang representatif untuk mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia di bidang kedirgantaraan. Tidak hanya koleksi alat utama sistem senjata dan berbagai macam relik sejarah lainnya, Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala juga menyimpan berbagai macam kisah patriotik dan heroik dari para pelaku sejarahnya. Setiap koleksi museum bahkan memiliki kisahnya masing-masing dan akan sangat menarik apabila diungkap dalam skema storytelling yang tepat. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa, benda-benda koleksi bersejarah yang umumnya benda mati tidak akan dapat bercerita sendiri, dibutuhkan narator yang mengetahui kisah kiprahnya agar membuat suatu koleksi bersejarah menjadi menarik. Storytelling yang tepat, akurat, dan sesuai dengan fakta sebenarnya akan dapat menarik emosi wisatawan dalam menghayati peristiwa-peristiwa bersejarah yang telah terjadi. Di sisi lain storytelling akan mampu menginspirasi wisatawan untuk lebih jauh berpikir tentang teladan-teladan yang pernah dilakukan oleh para pahlawan. Selanjutnya dalam kondisi terinspirasi ini memungkinkan mereka untuk melakukan tindakan-tindakan positif terkait dengan patriotisme, nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Storytelling secara umum dapat dilakukan oleh pemandu wisata yang berkompeten. Akan tetapi terdapat berbagai macam keterbatasan ketika dilakukan di dalam museum dengan area yang cukup luas dan jumlah koleksi yang sedemikian banyak. Oleh karena itu perannya harus dibantu dengan digitalisasi storytelling. Format digital storytelling akan memungkinkan penyampaian informasi yang lebih cepat, dapat dilakukan berulang-ulang dan memungkinkan untuk penggandaan secara massal dengan biaya yang murah. Efek yang diharapkan adalah sangat jelas ; wisatawan memperoleh informasi yang menarik dan dapat terinspirasi dari kisah-kisah bersejarah yang disampaikan. Lebih jauh lagi, digital storytelling akan lebih mudah dimasukkan dalam kurikulum pelajaran sejarah di sekolah-sekolah sehingga memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa dapat dimulai sejak dini.
|