| Abstrak/Abstract |
Penggunaan antiseptic yang tepat dalam perawatan luka dapat membantu
mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek
penggunaan hydrocyn aqua pada kesembuhan luka eksisi tikus berdasarkan gambaran
histopatologi serta jumlah leukosit dan fibroblast jaringan. Dua puluh tikus wistar jantan
umur 12 minggu dibagi menjadi 4 kelompok (I, II, III, dan IV), masing-masing terdiri dari
lima ekor. Seluruh tikus dimasukkan ke dalam kandang individu dan diadaptasikan selama 1
minggu dengan diberi pakan standar dan minum ad libitum. Sebelum dioperasi, tikus dibius
dengan ketamin (50 mg/kg) dan xylasin (5 mg/kg). Seluruh tikus dibuat luka eksisi dengan
biopsy punch (diameter 0.5 cm) di area punggung kiri dan kanan yang sudah dicukur bersih
dan diolesi iodin. Perlakuan yang diberikan setelah pembuatan luka eksisi yaitu : Klp I, luka
diberi NaCl fisiologis; Klp II, luka diolesi salep povidone iodin; Klp III, luka diolesi salep
gentamycin 0.1%; dan Klp IV luka diolesi hydrocyn aqua gel. Perlakuan diberikan sehari 2
kali selama 1 minggu. Pada hari ketujuh pasca operasi, seluruh tikus dibius kemudian
jaringan kulit diambil dan difiksasi dalam formalin 10% untuk pemeriksaan histopatologi
(hematoksilin eosin) serta penghitungan jumlah leukosit dan fibroblast jaringan. Jumlah
leukosit dan fibroblas jaringan dianalisis secara statistic dengan one way ANOVA,
sedangkan gambaran histopatologi dianalisis secara deskriptif.
Kata kunci : luka, hydrocyn aqua, leukosit, fibroblast, histopatologi |